IDI Desak Pemerintah Putuskan Lockdown di Tengah Corona

Ilustrasi

Diurnal.id, Jakarta – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun turut angkat bicara mengenai angka penderita virus corona (COVID-19) di Indonesia yang sudah mencapai 514 orang dan 48 lainnya meninggal dunia. Ketua Satgas Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban mengaku setuju jika lockdown diterapkan.

Pemerintah sendiri mengatakan belum memiliki opsi untuk menerapkan kebijakan lockdown dalam menekan angka penyebaran corona.

“Sangat setuju sekali lockdown dan minta segera, itu penting,” tegas Zubairi, Minggu (22/3/2020).

IDI menyebut memahami bila pemerintah alergi dengan istilah lockdown. Menurutnya, Jokowi bisa menggunakan istilah lain dari lockdown, namun tentu penerapanya harus sama.

“Kan sudah disarankan bekerja dari rumah, sekolah-sekolah sudah ditutup. Menurut saya karena mungkin agak alergi dengan istilah lockdown, ganti saja dengan nama yang lain,” terang dia.

Selain itu, IDI juga menyoroti imbauan social distancingyang menurutnya masyarakat tak disiplin dalam penerapannya. Upaya pencegahan corona kata dia, bisa gagal bila terus dibiarkan.

“Kalau ini tidak mengikuti anjuran pemerintah maka bisa gagal, itu yang utama. Jadi kalau dituruti, katakanlah lockdown, itu sama dengan tinggal dirumah, ya sudah tinggal di rumah saja, kan sama dengan lockdown,” tuturnya.

“Kan itu istilah lain saja, lockdown kecil lah. Kalau lockdownnya bagus, tidak lockdown ya enggak apa-apalah, asal isunya sama aja,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo memastikan pemerintah Indonesia tak akan mengeluarkan kebijakan lockdown.

“Presiden Jokowi memberi instruksi kepala gugus tugas, tak ada lockdown,”  tegas Doni, Sabtu (21/3/2020) kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here