Twitter Sempat Heboh, Gubernur Bantah Tegal Lockdown

Diurnal.id, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo membantah Pemerintah Kota Tegal berlakukan lokal lockdown demi pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19). Menurutnya, wilayah yang dikunci hanya di Alun-alun Kota Tegal, bukan keseluruhan.

Ia mengatakan informasi Alun-alun Kota Tegal dikunci tersebut diperoleh langsung dari Wakil Wali Kota Tegal, Muhammad Jumadi.

“Saya konfirmasi (Wakil Wali Kota Tegal) pada saat dikatakan ini lockdown, terus saya tanya ‘emang bener lockdown ya?,’ saya tanya gitu,” kata Ganjar, Kamis (26/3) malam.

“Jawabnya (Wakil Wali Kota Tegal), ‘enggak, pak. Alun-alunnya saja.’ Jadi, lockdown alun-alun judulnya,” tutur dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengambil kebijakan lokallockdown dengan menutup akses keluar-masuk selama empat bulan ke depan, sejak 30 Maret-30 Juni 2020.

Kebijakan lockdown kata dia, Pemkot Tegal belum menyampaikan kepadanya. Ganjar mengenai hal itu, berpendapat bahwa Walikota Dedy merupakan pejabat yang komunikatif.

“Wali Kota Pak Dedy ini sangat komunikatif. Biasanya dia melaporkan dulu, seperti saat dia menutup tempat hiburan malam,” tutur Ganjar.

Sebelumnya, kabar soal lockdown Kota Tegal sempat trending topic di Twitter Indonesia. Sekitar 28 ribu tweet soal Tegal dan berisi pro dan kontra pada Jumat pagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here